Laman

Senin, 01 Oktober 2012

Ilmu komunikasi


ILMU KOMUNIKASI SUATU PENGANTAR


Berdasarkan pendapat dari para pakar komunikasi yang mengemukakan fungsi komunikasi berbeda-beda. Seperti halnya Thomas M Scheidel mengemukakan bahwa berkomunikasi adalah kita berkomunikasi untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar kita dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berfikir  atau berperilaku seperti yang kita inginkan. Tetapi tujuan dasar berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis manusia.
            Berikut ini kita akan membahas 4 fungsi komunikasi berdasarkan kerangka yang dikemukakan oleh William I. Gorden :

1.   Komunikasi sosial
Komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, akulturasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan. Antara lain lewat komunikasi bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Kemapuan berkomunikasi menjadikan manusia “pengikat waktu”. Pengikatan waktu merujuk pada kemampuan manusia untuk mewariskan pengetahuan dari generasi ke generasi dan dari budaya ke budaya. Pengikatan waktu ini merupakan suatu karakteristik yang membedakan manusia dengan bentuk lain di kehidupan. Dengan kemampuan tersebut, manusia dapat mengendalikan dan mengubah lingkungan mereka.
Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri ini dan itu hanya bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan orang lain terhadap kita. Konsep diri yang paling dini umumnya dipengaruhi oleh keluarga dan orang terdekat disekitar kita. Mereka itulah yang disebut significant others.
Aspek-aspek konsep diri seperti jenis kelamin, agama, kesukuan, pendidikan, pengalaman, rupa fisik kita, dan sebagainya kita internalisasikan lewat pernyataan (umpan balik) kepada orang lain yang menegaskan aspek-aspek tersebut kepada kita. Identitas etnik merupakan unsur penting dari konsep diri.
Identitas etnik seseorang berkembang melalui internalisasi atas “pengkhasan” diri oleh orang lain yang khususnya kepada orang terdekat disekitarnya mengenai siapa orang itu dan siapa oranglain berdasarkan latar belakang etniknya.
Kesukuan disamping agama, secara tradisional merupakan aspek terpenting konsep diri ini. Begitu penting asal usul kita sehingga tanpa kepastian asal usul, kita tidak akan bisa mengingat identitas etnik untuk memastikan bahwa kita memiliki dimensi terpenting pada identitas kita. Konsep kulturalisasi ini berlangsung sepanjang hayat.
Orang berkomunikasi untuk menunjukan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau eksistensi diri. Fungsi komunikasi sebagai eksistensi diri terlihat jelas misalnya pada uraian para penanya dalam seminar atau juga terlihat dari para anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam siding-sidang mereka yang bertele-tele karena merasa dirinya yang paling penting dan paling benar jadi setiap orang ingin berbicara dan ingin di dengarkan.
Para psikolog berpendapat bahwa kebutuhan utama manusia dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohaniah adalah kebutuhan bersosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan baik dengan orang lain.
Komunikasi dalam konteks apapun adalah bentuk dasar adaptasi terhadap lingkungan. Perilaku komunikasi pertama yang dipelajari manusia berasal dari sentuhan orangtua sebagai respons atas upaya bayi untuk memenuhi kebutuhannya. Komunikasi itu penting bagi pertumbuhan sosial, sebagaimana makanan penting untuk pertumbuhan fisik.
Melalui komunikasi pula kita dapat memenuhi kebutuhan emosional dan meningkatkan kesehatan mental kita. Kita belajar makna cinta, kasih sayang, keintiman, simpati, rasa hormat, rasa bangga bahkan iri hati dan kebencian. Melalui komunikasi, kita dapat mengalami berbagau kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan satu dan perasaan lainnya. Lewat umpan balik dari orang lain kita memperoleh info bahwa kita orang yang sehat jasmani dan rohani, dan kita juga orang yang berharga.
Untuk memperoleh kesehatan emosional, kita harus memupuk perasaan-perasaan positive dan mencoba menetralisasikan perasaan-perasaan negative. Para psikolog menunjukan kepada kita bahwa banyak perilaku manusia itu dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga keseimbangan emosional atau mengurangi ketegangan internal dan rasa frustasi.
Melalui komunikasi dengan orang lain, kita dapat memenuhi kebutuhan emosional dan intelektual dengan memupuk hubungan yang hangan dengan orang disekitar. Orang yang tidak memperoleh kasih saying dan kehangatan dari orang disekitarnya cenderung agresif dan agresivitas ini melahirkan kekerasan terhadap oranglain.
Tim peneliti di rumah sakit Lehigh Valley Pennsylvania, Amerika Serikat, menemukan bahwa orang yang mudah marah, menyimpan perasaan bermusuhan, suka bersikap sinis, dan agresif dapat berkaitan erat dengan peningkatan kematian akibat infark jantung. Hal itu membuat mereka menghasilkan lebih banyak hormone strees yang merugikan dan lebih beresiko terkena penyakit jantung. Semua hasil penelitian itu sebenarnya memperkuat ucapan Nabi Muhammad SAW-sang ilmuwan sejati-14 abad yang lalu bahwa silaturahmi memperpanjang usia.



2.   Komunikasi Ekspresif
Sama kaitannya dengan komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresif yang dapat dilakukan baik sendirian ataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhu orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) manusia.
Emosi manusia juga dapat di salurkan lewat bentuk-bentuk seni seperti puisi, novel, music, tarian atau lukisan. Seperti contohnya puisi “Aku” karya Chairil Anwar yang mengekspresikan kebebasannya dalam berkreasi. Musik juga dapat mengekspresikan perasaan, kesadaran dan bahkan pandangan hidup manusia. Itu sebabnya pertunjukan music Iwan Fals yang lirik-liriknya bermuatan kritik atau sindiran terhadap penguasa sering dilarang pihak berwajib selama era Orde Baru. Lukisan pun sering mengekspresikan perasaan pelukisnya, lukisan-lukisan Raden Saleh yang warna-warnanya suram, para pengamat menafsirkan kalau warna-warna itu mengambarkan suasana kejiwaan yang “Prihatin dan tertekan” pada saat mengalami masa penjajahan.



3.   Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif. Yang dimaksud kolektif, komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, misalnya seperti upacaran kelahiran, sunatan, ulangtahun, pertunangan, pernikahan, dan upacara kematian. Dalam acara-acara itu biasanya orang mengucapkan kata-kata atau menampilkan perilaku tertentu yang bersifat simbolik.
Komunikasi ritual sering juga bersifat ekspresif, yaitu menyatakan perasaan terdalam seseorang. Sebagai contoh misalnya, orang menziarahi makam Nabi Muhammad sampai menangis didekatnya untuk menunjukan kecintaan kepadanya.
Komunikasi ritual ini terkadang bersifat mistik dan mungkin sulit dipahami orang lain di luar komunitas tersebut. Namun hingga kapanpun ritual tampaknya akan tetap menjadi kebutuhan manusia, meskipun bentuknya berubah-ubah demi pemenuhan jati dirinya sebagai individu dan sebagai anggota komunitas sosial.
Salah satu ritual modern adalah olah raga. Menurut Michael Novak dalam bukunya The Joy of Sports, olahraga khususnya kompetisi tingkat dunia mirip dengan “upacara keagamaan”. Peristiwa itu mencakup tata cara yang hamper dianggap suci dan harus dipatuhi dan juga menggunakan lambing-lambang seperti bendera, lagu kebangsaan, kostum, tempat-tempat “suci” yang dikhususkan bagi pelatih, pemain dan penonton, juga batasan waktu dan sebagainya.

4.   Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum yaitu : menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan menubah perilaku atau menggerakan tindakan dan juga untuk menghibur. Jika diringkas, semua tujuan itu bisa disebut juga dengan membujuk (bersifat persuasive).
Komunikasi yang berfungsi memberitahukan atau menerangkan (to inform) mengandung muatan persuasive dalam arti bahwa pembicara menginginkan pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau informasi yang disampaikannya itu akurat dan layak untuk di ketahui.
Sebagai instrument, komunikasi tidak hanya untuk membangun hubungan saja namun juga dapat menghancurkan hubungan tersebut. Studi komunikasi membuat kita lebih peka terhadap strategi yang bisa digunakan dalam komunikasi untuk bekerja lebih baik dengan oranglain demi keuntungan bersama.
Komunikasi juga berfungsi sebagai instrument untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik untuk tujuan jangka pendek maupun tujuan janga panjang. Tujuan jangka pendek misalnya memperoleh pijian, simpati, empati, keuntungan material. Tujuan jangka panjang misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing ataupun keahlian menulis.
Komunikasi efektif merupakan salah satu keahlian penting bahkan boleh jadi yang terpenting untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan hidup. Berdasarkan hasil reset, Schein menekankan bahwa kemampuan meningkatkan manfaat komunikasi antar pribadi merupakan suatu keahlian istimewa.
Komunikasi yang baik melahirkan transparasi. Kita menjadi lebih terbuka dan cepat belajar dari kesalahan, akan tetapi secara implicit komunikasi juga sama pentingnya dalam karier politik meskipun penelitian dalam bidang ini tidak seluas bidang bisnis.
Meskipun kita dapat membedakan fungsi-fungsi komunikasi itu, suatu peristiwa komunikasi sesungguhnya seringkali mempunyai fungsi yang tumpang tindih walaupun salah satu fungsinya sangat menonjol dan mendominasi.
Sebenarnya terdapat banyak sekali fungsi komunikasi dalam kehidupan kita. Anda tentu saja dapat mengkonseptualisasikan dan mengembangkan pandangan anda mengenai masalah ini berdasarkan resume bacaan ini ataupun pengamatan anda atas peristiwa-peristiwa komunikasi yang terjadi di sekitar anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar